Antisipasi Dampak Erupsi, Pembelajaran di Banten Dialihkan Secara Jarak Jauh Selama Tiga Hari

Terkini 07 Sep 2026 14:47 • 3 min read • 9 views • By Her

Share berita ini

Antisipasi Dampak Erupsi, Pembelajaran di Banten Dialihkan Secara Jarak Jauh Selama Tiga Hari
SERANG, AMC — kepala Dinas Dindik Provinsi Banten, Dr. H Jamaludin MPD mengambil langkah antisipatif terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau deng...

SERANG, AMC — kepala Dinas Dindik Provinsi Banten, Dr. H Jamaludin MPD mengambil langkah antisipatif terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dengan mengimbau seluruh satuan pendidikan di delapan kabupaten/kota untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari, yakni pada 7, 8, dan 9 September 2026.
Kebijakan tersebut ditujukan kepada peserta didik pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga Sekolah Khusus (SKH).


Imbauan telah disampaikan melalui surat kepada seluruh bupati dan wali kota di Provinsi Banten.


Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan untuk meminimalkan potensi gangguan kesehatan peserta didik akibat dampak erupsi, khususnya paparan abu vulkanik yang di sejumlah wilayah Banten mulai terasa.


“Karena memang kemarin juga ada erupsi Gunung Krakatau yang cukup terasa, sehingga untuk mencegah anak-anak kita jangan sampai mengalami gangguan kesehatan, dikeluarkan imbauan kepada seluruh jenjang pendidikan di wilayah delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten untuk melaksanakan PJJ,” ujar pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.


Menurutnya, pelaksanaan PJJ bukan berarti menghentikan proses pendidikan. Sebaliknya, kegiatan belajar tetap harus berlangsung secara optimal melalui pembelajaran daring dari rumah masing-masing.


Ia meminta orang tua berperan aktif dalam mengawasi dan membimbing anak selama mengikuti PJJ. Di sisi lain, para guru diharapkan tetap menjalankan proses pembelajaran secara profesional dan memastikan materi yang diberikan dapat diterima peserta didik dengan baik.


“Dengan PJJ ini, mudah-mudahan anak-anak kita tetap sehat dan tetap belajar secara daring di rumah masing-masing.


Yang penting orang tua mengawasi dan membimbing, termasuk guru-gurunya juga betul-betul melaksanakan PJJ sesuai dengan apa yang kita harapkan,” katanya.


Pengawas Pendidikan diturunkan ke lapangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten juga melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan PJJ.


Seluruh pengawas pendidikan, termasuk pengawas SMA, SMK, dan SKH, ditugaskan untuk melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif sekaligus mengetahui kondisi peserta didik di wilayah yang terdampak abu vulkanik.


“Saya turunkan seluruh pengawas yang ada di Provinsi Banten, baik pengawas SMA, SMK maupun SKH. Kita sudah turunkan untuk mengecek dan mengevaluasi seperti apa pembelajarannya, apakah maksimal atau belum,” ujarnya.


Hingga Senin pagi, belum terdapat laporan signifikan terkait kendala pelaksanaan PJJ dari kabupaten/kota, termasuk sejumlah wilayah yang dinilai cukup dekat dengan kawasan terdampak seperti Labuan, Carita, Anyer dan sekitarnya.


Meski demikian, pemantauan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi peserta didik dan efektivitas pelaksanaan pembelajaran.


Bahkan, dampak abu vulkanik dilaporkan mulai dirasakan hingga wilayah Tangerang.


Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah pencegahan terhadap peserta didik.


“Kalau kita lihat, dampaknya sampai ke Kota Tangerang juga terasa. Abu vulkaniknya cukup luar biasa,” katanya.


Guru Tetap Melaksanakan Pembelajaran dari Sekolah
Sementara itu, meskipun peserta didik mengikuti pembelajaran dari rumah, para guru diharapkan tetap melaksanakan tugas dari satuan pendidikan masing-masing.


Menurutnya, kondisi erupsi yang mulai menunjukkan penurunan menjadi pertimbangan bahwa guru masih memungkinkan untuk memberikan materi pembelajaran secara daring dari sekolah.


“Kalau untuk gurunya saya rasa masih di sekolah karena absensinya di sekolah. Saya berharap guru-guru tetap mengajar di sekolah dan memberikan materi secara daring dari sekolah masing-masing,” tuturnya.


Ia menegaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap peserta didik, tetapi juga terhadap kualitas pelaksanaan PJJ. Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak sekadar menjadi langkah perlindungan kesehatan, tetapi tetap menjaga keberlangsungan hak anak untuk memperoleh pendidikan.


Pemerintah Provinsi Banten berharap kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda sehingga aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan, dapat kembali berlangsung secara normal.


“Mudah-mudahan secepatnya erupsi ini bisa berakhir. Kita berharap kondisinya terus menurun sehingga tidak ada lagi abu yang begitu luar biasa dan aktivitas pembelajaran dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya.

AMC News